Pendahuluan
SignifyAI paling tepat dipahami sebagai sistem pengenalan alfabet BISINDO berbasis peramban. Aplikasi memakai kamera untuk membaca bentuk tangan, menjalankan model object detection ONNX secara lokal di frontend, lalu mengubah prediksi A-Z yang stabil menjadi teks yang dapat disunting.
Pembedaan ini penting. Aplikasi tidak mengklaim terjemahan bahasa isyarat semantik penuh, penafsiran tersertifikasi, atau perapihan bahasa natural otomatis. Cakupan produksinya lebih sempit dan lebih mudah diverifikasi: mengenali kelas alfabet BISINDO, menampilkan confidence, dan membantu pengguna menyusun kalimat dari huruf yang terkonfirmasi.
Arsitektur produksinya sengaja frontend-first. Bingkai kamera melewati prapemrosesan, ONNX Runtime Web, postprocessing YOLO, dan accumulator huruf tanpa memanggil endpoint prediksi FastAPI legacy.
Pertanyaan risetnya praktis: sejauh mana aplikasi web dapat berjalan ketika eksekusi model, umpan balik interaksi, dan batas privasi dijaga sedekat mungkin dengan perangkat pengguna?